Showing posts with label Pustekkom. Show all posts
Showing posts with label Pustekkom. Show all posts

Berbagi Inovasi dan Pengetahuan Pemanfaatan Rumah Belajar bagi Guru di Era Pembelajaran Abad 21

 

                                                                   Oleh : Maulida Rezeki, S.Pd
    Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21 dimana kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses belajar mengajar. Pembelajaran abad 21 membangun peserta didik untuk memiliki kecakapan abad 21 di antaranya kecakapan berpikir kritis, kreatif, komunikasi dan kolaborasi sehingga menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik dalam mengahadapi tantangan kehidupan yang terus berubah. 
    Karakteristik pembelajaran abad 21 dapat dibangun melalui pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran. Peran TIK bagi guru memungkinkan untuk menjadi fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar untuk peserta didik. Guru dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada peserta didik untuk mengalami peristiwa belajar serta menjadi kreator inovasi dalam pembelajaran.
    PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) hadir sebagai program Peningkatan Kompetensi TIK bagi Guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi dan berbagi (4i laveling). Untuk dapat mengikuti PembaTIK ataupun program Pengembangan Keprofesian lainnya, silakan akses  Portal Rumah Belajar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di /https://belajar.kemdikbud.go.id/.
Foto: Tahapan pelaksanaan PembaTIK 2020
https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id
    Guru yang mengikuti PembaTIK akan mendapatkan manfaat: 
1. Meningkatkan kemampuan TIK sesuai dengan perkembangan teknologi terkini (inovasi pembelajaran).
2. Mendapatkan sertifikat pada setiap level dengan skala nasional.
3. Berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah Belajar.
    Penulis merupakan salah satu Sahabat Rumah Belajar yang beruntung masuk di level 4 PembaTIK 2020 : Berbagi TIK dari Provinsi Kalimantan Tengah. 30 peserta terbaik dari tiap provinsi mengikuti level 4 PembaTIK 2020 : Berbagi TIK, dimana setiap peserta akan melakukan inovasi pembelajaran dan berbagi pengetahuan. Peserta terbaik di level 4 akan dikukuhkan sebagai Duta Rumah Belajar.
    
    Inovasi Pembelajaran yang telah penulis lakukan diantaranya adalah:
1. Membuat RPP yang cocok digunakan pada masa Belajar Dari Rumah seperti saat ini.
2. Membuat Video Pembelajaran Matematika SMP.
3. Memaksimalkan pemanfaatan Portal Rumah Belajar dari Pusdatin Kemendikbud dalam melaksanakan pembelajaran;
    a. Memanfaatkan Fitur Kelas Maya untuk membuat Kelas Matematika daring, memberikan modul atau video pembelajaran, LKS, ulangan harian, kuis dan penilaian akhir sekaligus mengolah nilainya.
Foto "Kelas Maya", salah satu Fitur Utama di Portal Rumah Belajar
https://kelasmaya.belajar.kemdikbud.go.id/
    b. Memanfaatkan Fitur Sumber Belajar sebagai tambahan sarana siswa dalam menggali informasi.
Foto: "Sumber Belajar", salah satu Fitur Utama di Portal Rumah Belajar
https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/
    c. Memanfaatkan Fitur Laboratorium Maya untuk melakukan Praktikum Matematika Virtual yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. 
Foto: "Laboratorium Maya", salah satu Fitur Utama di Portal Rumah Belajar
https://vlab.belajar.kemdikbud.go.id/
    d. Memanfaatkan Fitur Bank Soal untuk diarahkan kepada peserta didik yang ingin belajar mandiri agar dapat mengukur kemampuannya dalam mengikuti pembelajaran. Bank Soal sangat baik digunakan karena di akhir mengerjakan soal akan terlihat nilai yang diperoleh beserta pembahasannya.
Foto: "Bank Soal", salah satu Fitur Utama di Portal Rumah Belajar
https://banksoal.belajar.kemdikbud.go.id/
    e.  Memanfaatkan Fitur Buku Sekolah Elektronik untuk mendownload Buku Elektronik sesuai jenjang dan mata pelajaran agar dapat digunakan sebagai pendukung akifitas Belajar Dari Rumah.
Foto: "Buku Sekolah Elektronik", Salah satu Fitur Pendukung di Portal Rumah Belajar
https://bse.belajar.kemdikbud.go.id/
    f. Memanfaatkan Fitur Edugame dalam pembelajaran Matematika untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan memberi kesempatan peserta didik memahami konsep dasar dengan bermain (Penerapan Pembelajaran Berbasis Game).
Foto: 'Match Game Relasi Fungsi", salah satu Game di "Edugame", salah satu Fitur Pendukung di Portal Rumah Belajar  yang dapat dimanfaatkan untuk Penerapan Pembelajaran Berbasis Game dengan Topik Relasi dan Fungsi
https://belajar.kemdikbud.go.id/EduGame
    
Pengetahuan dan Pengalaman yang telah Penulis Bagikan adalah:
1. Membuat dan membagikan Flyer Sosialisasi Rumah Belajar dan Pemanfaatannya bagi Guru di semua akun media sosial.
Foto: Flyer Sosialisasi
2. Membuat  dan membagikan Artikel tentang Rumah Belajar dan pemanfaatannya.
Foto: Salah satu Artikel Pemanfaatan Rumah Belajar
(selengkapnya di blog Catatan Maulida  https://catatanmaulidarezeki.blogspot.com/)
3. Membuat materi dan langkah-langkah yang dilakukan dalam memanfaatkan fitur-fitur di Rumah Belajar kemudian mendokumentasikannya di Blog dan Vlog serta membagikannya di semua akun media sosial.
Foto: Salah satu Tutorial dan Testimoni Inovasi Pembelajaran Penerapan Model Flipped Classroom dengan memanfaatkan Rumah Belajar
(selengkapnya di Youtube Chamel Maulida Rezeki https://www.youtube.com/channel/UC1e-PiDkHu5wjI1UP84wQXA?view_as=subscriber
4. Membagikan Hasil Karya yang telah dibuat selama berinovasi dalam pembelajaran memanfaatkan Portal Rumah Belajar.
Foto: Salah satu Video Pembelajaran Matematika SMP dan Kreasi TIK
(selengkapnya di Youtube Chamel Maulida Rezeki https://www.youtube.com/channel/UC1e-PiDkHu5wjI1UP84wQXA?view_as=subscriber
5. Melakukan Sosialisasi tatap muka dan tatap maya tentang Portal Rumah Belajar dan Pemanfaatannya serta Bagaimana Cara Mengimplementasikannya bagi Guru, kepada :
    a. Rekan Guru Sejawat di Instansi yang sama (SMP Negeri 13 Palangka Raya).
Foto: Tatap Muka Sosialisasi Rumah Belajar dan Pemanfaatannya bagi Guru di SMPN 13 Palangka Raya
    b. Komunitas MGMP Matematika SMP Kota Palangka Raya.


Foto: Tatap Maya Pemanfaatan Fitur Rumah Belajar untuk mata pelajaran Matematika di Komunitas MGMP Matematika SMP Kota Palangka Raya
    c. Dosen dan Guru Matematika Alumni Program Studi Matematika Universitas Palangka Raya.




Foto: Tatap Maya Inovasi  Pembelajaran Matematika Abad 21 dengan memanfaatkan Portal Rumah Belajar bersama Dosen dan Alumni Pendidikan Matematika UPR
    d. Rekan Guru SMP di Kota Palangka Raya.
Foto: Tatap Maya Fitur Utama dan Fitur Pendukung Portal Rumah Belajar dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran bersama Guru SMP Kota Palangka Raya
    f. Rekan Guru dari mana saja (umum).
Foto: Pengenalan Portal Rumah Belajar dan Manfaatnya bagi Guru, Peserta Didik dan Orang Tua di Rumah
    Jangan jadi Katak Dalam Tempurung, terlena dengan zona nyaman dan menunggu Pembaruan. Kita lah yang harus Bergerak, Berinovasi dan Berbagi apa yang telah kita dapat dan rasakan manfaatnya mulai dari rekan Guru yang paling dekat, satu sekolah, satu komunitas, satu alumni, sampai kepada teman-teman di satu kota, satu provinsi dan satu Indonesia. Mari berinovasi dan Berbagi untuk Indonesia Maju. Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Referensi:
'Rumah Belajar', Kemendikbud, belajar.kemdikbud.go.id (daring). Tautan://https://belajar.kemdikbud.go.id/ (diakses tanggal 18 Oktober 2020)
'Maulda Rezeki', Maulida Rezeki, youtube.com (daring). Tautan : https://www.youtube.com/channel/UC1e-PiDkHu5wjI1UP84wQXA?view_as=subscriber (diakses tanggal 18 Oktober 2020)
Dokumentasi Pribadi Maulida Rezeki

#PusdatinKemendikbud
#PembaTIK2020
#DutaRumahBelajar2020
#RumahBelajar2020
#RumahBelajar
#BerbagiTIK
#PembaTIKLevel42020
#SRBKalteng2020
#GuruMatematika
#MerdekaBelajar
#MajuIndonesia
#Palangkaraya
#KalimantanTengah



x

Guru: Memimpin dalam Krisis, Menata Kembali Masa Depan

Oleh : Maulida Rezeki, S.Pd 
     
     Selamat Hari Guru Sedunia!
    Untuk memberikan dukungan kepada para guru di seluruh dunia dan meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi pada masa depan ditentukan oleh guru, Hari Guru Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Oktober sejak tahun 1994. Menurut UNESCO, Hari Guru Sedunia mewakili sebuah kepedulian, pemahaman, dan apresiasi yang ditampilkan demi peran vital guru, yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan dan membangun generasi. 
    Kisah guru zaman dulu dan sekarang tentu berbeda. Apa yang dihadapi oleh guru zaman dulu dan sekarang juga pasti tak sama. Pada tahun ini Hari Guru sedunia mengusung tema "Guru: Memimpin dalam Krisis, Menata Kembali Masa Depan", untuk mengapresiasi peran guru yang begitu krusial di dalam menjaga berlangsungnya kegiatan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. 
    PembaTIK kepanjangan dari Pembelajarn berbasis TIK, merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar Kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi dan berbagi (4i laveling). 

 Program PembaTIK khususnya untuk Rumah Belajar merupakan inisiatif Pusdatin Kemendikbud. Langkah tersebut mendapat apresiasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. Nadiem berpesan agar program PembaTIK tidak hanya mensinergikan teknologi informasi dalam pembelajaran. Program ini juga harus mendorong pengembangan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. 
 "Situasi saat ini memaksa kita supaya lebih lebih keras dan lebih cerdas sehingga pembelajaran dapat berlangsung. Oleh karena itu, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial," tegas Nadiem ketika membuka Kuliah Umum Pembekalan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK) Level 4: Berbagi yang berlangsung secara daring, di Jakarta, Senin (14/9/2020). 
    Program pelatihan guru PembaTIK tahun ini diikuti lebih dari 60.000 guru. Angka tersebut menurut Nadiem merupakan pencapaian yang luar biasa, juga penanda bahwa banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuan mengimplementasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, terutama di masa pandemi Covid-19. 
    Sebagai seorang Guru, tentu kewajiban mencerdasakan anak bangsa harus dipenuhi, guru harus kreatif dan inovatif dalam masa tak terduga seperti pandemi covid 19 yang telah dan amsih melanda dunia. Dengan adanya PembaTIK dan Portal Rumah Belajar, Guru di masa Pandemi ini merasa sangat terbantu dalam melaksanakan tugasnya. 

Referensi :
‘Hari Guru Sedunia’, Wikipedia, id.wikipedia.org (daring). Tautan: https://blog.ruangguru.com/sejarah-hari-guru-sedunia (diakses 5 Oktober 2020) 
‘Tentang Hari Guru, Sejarah dan Nasib Guru Kini’, Muhammad Wildan, ublik.id (daring). Tautan: https://ublik.id/tentang-hari-guru-sejarah-dan-nasib-guru-kini/ (diakses 5 Oktober 2020) 
‘Hari Guru Sedunia 2020: Tantangan Mengajar di Masa Pandemi Covid 19’, Kompas, www.kompas.com (daring). Tautan: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/05/104304165/hari-guru-sedunia 2020-tantangan-mengajar-di-masa-pandemi-covid-19?page=all (diakses 5 Oktober 2020) ‘Perbedaan Hari Guru Sedunia dan hari Guru Nasional’, Eno Dimedjo, tagar.id (daring). Tautan: https://www.tagar.id/Perbedaan-hari-guru-sedunia-dan-hari guru-nasional (diakses 5 Oktober 2020)

#RumahBelajar2020
#SahabatRumahBelajar2020
#DutaRumahBelajar2020
#PembaTIK2020
#PembaTIKLevel4
#GuruPenggerak
#GuruBerbagi
#IndonesiMaju
#PusdatinKemendikbud
#BerbagiTIK